Saturday, May 30, 2009
....
satu hal, yang sampai saat ini belum tuntas kupahami
kau hadir di setiap jalan
memberi hati . menanamkan bahagia .
menyentuhkan hati dengan , mungkin cinta .
kau tulus kau tersenyum
dan kau mengerti
kau melihat apa yang tak terlihat
kau membaca hati . memahami jiwa
kau diam, kau mengamati
kau tak banyak bicara karna kau tak perlu kata
kau sendu kau malu
tapi kau mengerti, kau memahami
kau tak terlihat, tak bicara banyak
namun dalam keheningan kau mencari
kau memendam, menyimpan erat
kau membiarkannya tumbuh merawatnya setulusnya
hingga datang saatnya, tiba waktunya
engkau tak perlu bicara
aku tak butuh kata
seluruh dunia pun sudah tahu
apalagi aku
dan jawabannya? ya, tentu saja iya !
Friday, May 15, 2009
dear
Aku telah bosan
Menutup mulut
Menahan rasa yang begitu mengikat erat
Simpul yang tak pernah bisa aku lepaskan
Di saat seperti ini,
izinkanlah aku mempertanyakan
Satu hal, satu hal yang bisa membuat aku mengerti, sayang
Dimanakah kau letakkan diriku?
Adakah aku seberharga selimut yang kau butuhkan ketika kau menggigil kedinginan
Ataukah senyaman bantal tuamu yang kau bawa tidur
Akankah kau pertahankan aku selayaknya langit malam yang selalu ingin kau intip sebelum tidur
Ataukah aku hanya sepintas lalu, lewat tanpa permisi singgah di kehidupanmu
Lalu ketika angin menghembuskannya pergi.
Kau tak pernah merasakan kehilangan apapun
aku hanya ingin hidup nyata
karena cinta yang kumiliki tak pernah menjejakkan kakinya
dan kali ini,
kumohon, aku hanya ingin hidup nyata...
****
Tuesday, March 31, 2009
a simple thing i never understand
sederhana saja
tanpa kata-kata yang berlebih
tanpa rayuan maut yang meluluhkan hati
mencintaimu
sederhana saja
tanpa ada alasan yang kuat
tanpa ada argumentasi yang bertele-tele
mencintaimu
sederhana saja
sesederhana tunas yang tahu kemana akan tumbuh
sesederhana aliran sungai yang tau kemana akan bermuara
sesederhana bumi yang sudah tahu kemana harus berputar
entahlah
kurasa itu sederhana saja
Tuesday, March 10, 2009
5.24 pm
Senja melingkupi waktu hingga langit tertutup gelap.
Tercenung.
Menggapai-gapai.
Sesak.
Penuh berlari di dalam dunia.
Mengejar entah apa.
Melompat tinggi, menerjang.
Berlari kerasukan.
Tak terasa.
Lalu senja tiba.
Merekah menghujam teduh.
sudah waktunya, sudah waktunya
Waktunya peluh terusap.
Diamkan keluh.
Berhenti akan kesah.
Dan tercenung.
Gamang.
Mencari-cari.
Entah apa.
Tidak pernah kupahami.
Tidak pernah sedikitpun kumengerti.
hanya sejemput nafas perlahan
yang bisa saja tiba-tiba lenyap.
entahlah,
maafkan aku, dunia.